Pages

Kamis, 11 Februari 2016

Berkat Kejujuran


Syeikh Abdul Kadir semasa usia 18 tahun meminta izin ibunya merantau ke baghdad untuk menuntut ilmu agama. Ibunya tidak menghalang cita-cita murni Abdul Kadir , meskipun keberatan untuk melepaskan anaknya berjalan sendirian beratus-ratus kilo. Sebelum pergi ibunya berpesan supaya jangan bekata bohong dalam keadaan apapun. Ibunya membekalinya dengan membawa uang 40 dirham dan dijahit dalam pakaian Abdul kadir. Selepas itu ibunya melepaskan Abdul Kadir pergi bersama-sama satu rombongan yang kebetulan hendak menuju ke Baghdad.
Dalam perjalanan, mereka tiba-tiba diserang oleh 60 orang penyamun. Dan akhirnya habislah harta Kafilah tersebut. Tetapi penyamun tidak mengusik Abdul Kadir karena menyangka dia tidak mempunyai apa-apa. Salah seorang perampok lalu bertanya pada Abdul Kadir apa yang ia bawa. Abdul Kadir menerangkan bahwa dia membawa uang 40 dirham di dalam pakaiannya. Penyamun itu heran dan melaporkan kepada ketuannya. Pakaian Abdul Kadir di potong  dan didapati uang sebagaimana yang diberitahu.
Ketua penyamun bertanya kepada Abdul Kadir berkata benar walaupun diketahui uangnya akan drampas? Abdul Kadir lalu menerangkan bahwa dia telah berjanji kepada ibunya bahwasannya dia tidak akan berkata bohong walau dalam keadaan apapun. Dan setelah mendengar jawaban dari Abdul Kadir itu, seketika itu juga ketua penyamun menangis dan menginsafi kesalahannya. Akhirnya ketua penyamun itu bersumpah tidak akan merampok lagi. Dia bertaubat dihadapan Abdul Kadir diikuti oleh pengikut-pengikutnya.

0 komentar:

Posting Komentar