Pages

Sabtu, 13 Februari 2016

Kisah Wali yang Sholat di Atas Air

Sebuah kapal yang sarat dengan muatan dan bersama 200 orang termasuk ahli perniagaan berangkat dari sebuah pelabuhan di Mesir. Dan ketika kapal itu berada ditengah lautan datanglah angin ribut, petir dengan ombak yang kuat dan membuat kapal itu terombang-ambing dan hampir tenggelam. Berbagai usaha dibuat untuk menghindarkan kapal itu dari ganasnya ombak dan angin ribut, namun semua usaha mereka sia-sia. Kesemua orang yang berada di atas kapal itu sangat cemas dan menunggu apa yang terjadi pada kapal dan diri mereka.

Ketika semua orang berada dalam keadaan cemas, terdapat seorang laki-laki yang tak sedikitpun merasa cemas. Dia kelihatan tenang sambil berdzikir kepada Allah S.W.T. kemudian laki-laki itu turun dari kapal yang seddang terombang ambing dan berjalanlah dia diatas air serta melakukan sholat di atas air.
Beberapa orang pedagang yang bersama-sama dia di dalam kapal itu melihat lelaki yang berjalan di atas air dan ia berkata, “ wahai Wali Allah, tolonglah kami, jangan tinggalkan kami,!” . lelaki itu tidak memandang kearah orang yanng memanggilnya. Para pedagang itu memanggilnya lagi, “ wahai Wali Allah, tolonglah kami, jangan tinggalkan kami,!” .
Kemudian lelaki itu menoleh kearah orang yang memanggilnya dengan berkata, “ ada apa tuan,?” seolah-olah wali itu tidak mengetahui apa maksud orang itu. Pedagang itu berkata, “, “ wahai Wali Allah, tidakkah kamu merasa kasihan terhadap penumpang kapal yang hampir tenggelam ini?” .
Wali itu berkata, “ dekatkan dirimu kepada Allah.”
Para penumpang itu berkata, “ apa yang mesti kami buat ?”
Wali Allah itu berkata “ tinggalkan semua hartamu, jiwamu akan selamat.”
Kesemua dari mereka sanggup meninggalkan harta mereka. Asalkan jiwa mereka selamat. Kemudian mereka berkata, “ wahai Wali Allah, kami akan membuang semua harta kami asalkan jiwa kami selamat.” .
Wali Allah itu berkata, “turunlah kamu semua ke atas air dengan membaca Bismillah.”
Dengan membaca bismillah. Maka turunlah seorang demi seorang ke atas air dan berjalan menghampiri Wali Allah yang duduk di atas air sambil berdzikir. Tidak berapa lama kemudian, kapal yang membawa muatan yang bernilai jutaan rupiah itupun tenggelam ke dasar laut.
Habislah kesemua harta-harata tersebut. Para penumpang tidak tau apa yang hendak mereka buat, mereka berdiri di atas air sambil melihat kapal itu tenggelam.
Salah seorang dari pedagan itu berkata lagi, “ siapakah kamu wahai wali Allah ?”.
Wali Allah itu berkata, “ Saya Uwais Al-Qorni”
Pedagan itu berkata lagi,” wahai wali Allah, sesungguhnya di dlama kapal yang ternggelam itu terdapat harta fakir miskin Madinah yang dihantar oleh jutawan Mesir.”
Wali Allah berkata, “ sekiranya Allah kembalikan kembalikan semua hartamu, adakah kamu betul-betul akan membagikannya kepada orang-orang miskin di Madinah ?”.
Pedagang itu berkata,” betul, saya tidak akan menipu, yaa wali Allah.” .
Setelah wali itu mendengar pengakuan dari pedagan itu, maka diapun mengerjakan sholat dua rokaat di atas air, kemudian dia memohon kepada Allah S.W.T. agar kapal itu di angkat lagi bersama dengan hartanya.
Tidak berapa lama kemudian, kapal itu kembali ke atas sehingga terapung di atas air. Kesemua barang perniagaan dan lain-lain tetap seperti asal. Tiada yang kurang.
Setelahitu naiklah kesemua penumpang ke atas kapal itu dan meneruskan pelayaran ke tempat yang dituju. Setelah di madinah, pedagang yang berjanji dengan wali Allah itu terus menunaikan janjinya dengan membagi-bagikan harta kepada semua fakir miskin di Madinah sehingga tiada seorang pun yang tertinggal.

0 komentar:

Posting Komentar